16 August 2010

Internet dan politik

Satu hal yang menyenangkan untuk tinggal disini adalah koneksi internetnya yang kencang. Saya tak tahu pasti seberapa kencang jika dinyatakan dalam angka.....yang jelas kencangnya terasa!

Dan kalau sudah tersedia internet sekencang ini, hm tiada lain tiada bukan: download sepuasnya! lumayan buat mengunduh film-film yang kelewatan karena tidak pernah sempat ditonton di Indonesia. Lumayan juga buat hiburan, meringankan beban kepala yang mulai pusing karena tugas bikin laporan, esai, presentasi dsb mulai menumpuk. Tapi kadang susah juga mengontrolnya hingga sewaktu-waktu satu malam habis buat menonton. Tugas-tugas itupun terbengkalai. Terbengkalai berarti semakin menumpuk sementara tenggat waktu kian mendekat. Berarti akan menjadi lebih pusing lagi dan butuh lebih banyak hiburan lagi. Artinya harus lebih banyak menonton film lagi. wow ini seperti lingkaran setan, hehe.

Btw, ada berita mengatakan bahwa pemerintah Australia punya program National Broadband Network (NBN) yang akan menyediakan koneksi internet super cepat bagi setiap rumah di pelosok negeri. Super cepat!!? Wow ini saja sudah lumayan kencang, mau ditambah dengan yang super lagi?? edan!

Kebetulan juga topik menyangkut NBN ini menjadi salah satu topik pilihan di tugas individu salah satu mata kuliah: bagaimana NBN bisa mempengaruhi dan meningkatkan efektifitas supply chain? How? Tak tahulah. Saya tak akan memilih topik ini karena masih ada beberapa topik yang kelihatannya lebih mudah.

Oya NBN juga masuk dalam radar kampanye menjelang pemilihan umum di Australia dalam waktu dekat. Di televisi saya lihat ada iklan salah satu partai yang menuding bahwa kandidat dari partai lain akan membatalkan program NBN. Dan kalau bicara soal kampanye, di sini iklannya sadis! sangat to the point! langsung menyebut nama kandidat yang menjadi obyek sindiran baik Julia Gillard maupun Tony Abbot sang pemimpin oposisi saat ini.

Kalau di Indonesia tak mungkinlah, atau belum berani seperti itu. Di Indonesia sindiran terhadap partai tertentu dilakukan dengan simbolisasi seperti menggunakan warna merah, biru dan sebagainya yang melambangkan partai sasaran. Pemirsa diajak menafsirkan sendiri siapa yang dimaksud. Mungkin suatu saat nanti ketika demokrasi di Indonesia semakin matang, menyindir langsung dengan menyebut nama seperti di Australia akan menjadi hal yang lumrah.

4 August 2010

Where is the link?

In this occasion let me revise what i've said on the previous post. The content is matter for sure. The second lecture on supply chain management was a pain in my head. I futilely tried to connect with the presentation but i reached nowhere. Again, abundance of assignment is soon to come. Yes! of course that's why people called us student. We keep studying and facing assignments.

And it seems to be a hard time when I realise, at least from the two last lectures, that I can hardly find the link between transportation world (which i've learned in UGM) and this so called logistics course. Sure, transportation is there to deliver the materials and various products. Yet, this course intends to create a supply chain manager who is responsible to manage the productivity of his company by controlling the business chains. Do you see the link?

Nonetheless, lets just observe until the first week is completed. To which direction this course is going to take me now is really a MATTER.
Published with Blogger-droid v1.6.5

3 August 2010

Aussie English

It is a bit warmer outside for the last two days. Yet it was cold and freezing when the night falls.

The class has just started last night. A two hours of a new taste i have ever experienced. I felt so lucky that i am here, meet and gather with new friends and scholars from the whole world. Although the content of presentation was as simple as what I have gotten in Indonesia (except the speaking language is English, Australian English for exact), but it was still a very brand new experience.

So the content is none of the matter. I think I can follow its way. The only thing I have to deal with is how to completely catch the words of the murmured Australian english. Everyone here, I mean the Australian, speaks very fast. Moreover, i am not used to hear this way of english speaking as I mostly learned and heard the American and British english. However, the Australian english is slightly different from British....so lets face it patiently for the next days to come. I am sure i will be used to it, sooner!